Friday, September 30, 2016

Gelisah

Hal yang paling menyakitkan itu adalah rasa kebimbangan antara ketidak pastian apa yang akan di perbuat besok. Rasa takut yang selalu hampir pada setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang indah menjadi buruk membuat pikiran menjadi abu-abu bahkan tak ada warna sama sekali inspirasi pun seperti enggan datang untuk mengajak berdiskulsi pada setiap harinya bisa di katakan seperti api tanpa udara tak mungkin berkobar-kobar seperti itula semgat yang sering kerap terjadi saat ini.

Seperti biasa malam datang untuk kembali bermimpi seperti sedang tergangu entah hal apa itu yang terjadi nampaknya hanya sebuah pikiran yang tak tau arah kemana akan tertuju. Ingin sekali memfokuskan ingatan dalam sebuah hal yang di fikiran namun ada-ada saja hal yang menghancurkannya.

Kembali mengingat masa lalu adalah hal yang terburuk dalam hidup meski masa itu indah tanpa sadar itu pun mematahkan masa depan karna sepertinya aku terjebak dalam suatu keadaan yang mengharuskanku pulang untuk memulainya lagi. semakin teringat, semangkin sempit ruang yang ku miliki sehingga aku terperangkap dalam sebuah nostalgia yang membahagiakan ku dulu.

Mengingat tentang tuhan, kepercayaan dalam diri adalah suatu kunci dimana aku harus sadar, sadar akan waktu dan pertanyaan yang sering kerap datang. Ia seperti menghancurkan roh dan fisikku tapi aku merasa kejanggalan bahwa aku tetap bertahan dalam kondisiku saat ini. Jujur saja aku merasa sepi saat kebimbangan terus datang kadang menghilang dan kadang pula pergi, bagai aspal yang di turuni hujan perlahan tapi menyakitkan. Tapi aku percaya hal inilah yang membuatku kuat untuk tetap bertahan di ujung sana.

Jika ini tentang kegelisahan maka apa yang kau pikirkan kendalikan dirimu hingga kau tau apa yang kau pikirkan, kegelisahan itu hanya sebuah bentuk pemikiran yang hilang atau sebut saja kau pura-pura lupa akan waktumu untuk sebuah hal yang telah kau rencanakan.

Malam ini menurutku adalah malam terakhir dimana aku harus melepaskan kegelisahanku. Bukan brarti aku meninggalkan tetapi hanya melupakannya karna aku takut juga jika rasa itu ku tinggalkan aku akan rindu dimana saat aku gelisah. Tatapi yang tetap ku jaga dari tubuhku ragaku bahkan jiwaku memangla tak sempurna tapi aku selalu memperjuangankan hal ini untuk mereka yang membutuhkannya. Untuk apa hidup jika sudah tak bahagia "mereka bisa karna mereka berjuang, mereka berjuang karna semangat, mereka semangat kerna mereka bahagia" . Seperti duduk di teras malam hari asik tapi mengeluhkan.



- Akbar Nugroho, gelisah muncul dari permasalahan "
Jum'at, 1 oktober 2016, 02.02 WIB

No comments:

Post a Comment