Tarikan dan hembusan nafas ini yang sering menenangkan tubuh raga ini untuk berbaring sejenak melupakan masalah-masalah yang ada, seperti mengudara bahwa aku hillang sadar sebentar untuk meevaluasi cerita apa yang ada. Cerita ini adalah hal yang kecil yang tak seberapa jika di ukur dengan cerita-cerita mereka yang memaksa hidup untuk berjuang demi kebahagiaan bersama. Aku memangla bukan pejuang tapi setidaknya aku bisa me-merdekakan diriku dulu baru bisa aku me-merdekakan orang lain. Tapi kata merdeka adalah kata-kata yang tak asing lagi untuk di dengar, sama halnya seperti aku yang hanya bisa menggucapkan kata merdeka sedangkan masih banyak orang yang memaksa melawan kemerdekaannya di dalam ruang mereka sendiri.
Ku rindukan apa yang menjadi pelengkap hidup ini, apa yang kutinggalkan dan apa yang ke dekatkan kini tak seimbang dengan keadaan yang sedang berjalan di permukaan datar yang tak bertepi karna kurasa aku bisa kembali karna aku hanya berkeliling-berkeliling saja. Menggigat sebuah hal yang mengizinkan ku untuk tetap bertahan adalah suatu anugrah besar dari tuhanku untuk mengambarkan kehidupan ini. Lelah, apa yang terjadi itu urusan belakangan yang terpenting pikirkan dan lakukanlah apa yang terbaik buatmu apa yang menjadi ke inginanmu jelas hal ini adalah hal yang di inginkan semua orang tidak juga aku.
Kadang aku lupa, kadang pun aku inget dan kadang pula aku pura pura melupakan. Hal ini sama saja seperti kuda yang tak di tunggangi tapi kuda ini seakan menjadi banteng yang bersemangat mengejar diriku dan aku pun terus berlari jauh hingga aku tak mahir memacukan kuda itu. Terus saja untuk bertanya kapan aku mahir menungganinya? Berhentila untuk bicara yang kau butuh kan itu adalah sebuah tindakan jelas, fikirkan dan lakukanla. Anggap saja dia itu sebagai gurumu sebagai pacuan mu untuk belajar berkuda dan berpicu bersama.
Selama malam masih ada masih setia untuk menunggu paginya tenang saja hari harimu masih indah karna nampaknya pagi dan malam mu masih setia untuk menampakan tabuhnya di langit meski kadang mereka enggan tapi percayala mereka sangat malu ketika kamu lihat dengan caramu, " aku pernah berbicara dengan diriku sepertinya aku sedang di uji ku tatap langit dan ku renungkan kusadarkan bahwa aku ini kuat" ihklaskalah bahwa kebahagianmu bermulai dari apa yang kau relakan.
- akbar nugroho, fikirkan dan lakukanla -
Sabtu, 22 oktober 2016, 07.48 WIB

No comments:
Post a Comment