Hal yang paling menyakitkan itu adalah rasa kebimbangan antara ketidak pastian apa yang akan di perbuat besok. Rasa takut yang selalu hampir pada setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang indah menjadi buruk membuat pikiran menjadi abu-abu bahkan tak ada warna sama sekali inspirasi pun seperti enggan datang untuk mengajak berdiskulsi pada setiap harinya bisa di katakan seperti api tanpa udara tak mungkin berkobar-kobar seperti itula semgat yang sering kerap terjadi saat ini.
Seperti biasa malam datang untuk kembali bermimpi seperti sedang tergangu entah hal apa itu yang terjadi nampaknya hanya sebuah pikiran yang tak tau arah kemana akan tertuju. Ingin sekali memfokuskan ingatan dalam sebuah hal yang di fikiran namun ada-ada saja hal yang menghancurkannya.
Kembali mengingat masa lalu adalah hal yang terburuk dalam hidup meski masa itu indah tanpa sadar itu pun mematahkan masa depan karna sepertinya aku terjebak dalam suatu keadaan yang mengharuskanku pulang untuk memulainya lagi. semakin teringat, semangkin sempit ruang yang ku miliki sehingga aku terperangkap dalam sebuah nostalgia yang membahagiakan ku dulu.
Mengingat tentang tuhan, kepercayaan dalam diri adalah suatu kunci dimana aku harus sadar, sadar akan waktu dan pertanyaan yang sering kerap datang. Ia seperti menghancurkan roh dan fisikku tapi aku merasa kejanggalan bahwa aku tetap bertahan dalam kondisiku saat ini. Jujur saja aku merasa sepi saat kebimbangan terus datang kadang menghilang dan kadang pula pergi, bagai aspal yang di turuni hujan perlahan tapi menyakitkan. Tapi aku percaya hal inilah yang membuatku kuat untuk tetap bertahan di ujung sana.
Jika ini tentang kegelisahan maka apa yang kau pikirkan kendalikan dirimu hingga kau tau apa yang kau pikirkan, kegelisahan itu hanya sebuah bentuk pemikiran yang hilang atau sebut saja kau pura-pura lupa akan waktumu untuk sebuah hal yang telah kau rencanakan.
Malam ini menurutku adalah malam terakhir dimana aku harus melepaskan kegelisahanku. Bukan brarti aku meninggalkan tetapi hanya melupakannya karna aku takut juga jika rasa itu ku tinggalkan aku akan rindu dimana saat aku gelisah. Tatapi yang tetap ku jaga dari tubuhku ragaku bahkan jiwaku memangla tak sempurna tapi aku selalu memperjuangankan hal ini untuk mereka yang membutuhkannya. Untuk apa hidup jika sudah tak bahagia "mereka bisa karna mereka berjuang, mereka berjuang karna semangat, mereka semangat kerna mereka bahagia" . Seperti duduk di teras malam hari asik tapi mengeluhkan.
- Akbar Nugroho, gelisah muncul dari permasalahan "
Jum'at, 1 oktober 2016, 02.02 WIB
Friday, September 30, 2016
Friday, September 23, 2016
Pulang Dengan Damai
Ada banyak cara seseorang untuk melakukan kebaikan dan ada juga cara seseorang untuk melakukan kejahatan. Ada pula cara seseorang melakukan kebaikan untuk sebuah kejahatan begitu pula sebaliknya kejahatan di atas kebaikan. Apapun itu aku pernah melakukan hal itu tanpa disadari atau pun yang disadari.
Kejadian ini membuat diriku menyadari arti sebuah kekuatan kehidupan. Teringat sebuah pertanyaan tentang kejadiaan malam ini tepat di sebuah halaman beranda rumahmu ku mulai sebuah pertanyaan-pertanyaan bersama obrolan yang konyol. Pertanyaan ini membuat aku dan dia menjadi resah. Merasakan bahwa hal ini akan terjadi seperti biasanya dengan mengatakan kalimat-kaminat kaku membuat tubuh ini sulit bergerak dan tersenyum penuh dengan keraguan. Pulang atau bertahan untuk sejenak disini itu hanya pilihan yang terakhir, dan ku utuskan aku pulang dengan mengambil kunci kendaraan bersama kotak asapku berdiri aku mengatakan "aku ingin pulang" dirimu masuk meninggalkanku terasa kaku semakin tubuh ini. dirinya keluar dan aku bergegas untuk pulang, kunyalakan kendaraanku dengan perlahan dan ku tatap dirimu dan ku ulangi perkataan ku "aku ingin pulang". Wajahnya cemberut dengan rasa takut walau aku mengerti tentang perasaannya tetapi yang hanya dia tau aku tak tau perasaannya.
Sebenarnya tak ada maksud apapun hanya saja pertanyaan biasa. Apa yang pernah kita lakukan bersama "Jika pertanyaan itu adalah sesuatu yang menyakitkan atau kesenangan dan jawaban itu adalah sebuah ungkapan yang misteri, maka bersifatlah biasa untuk kenyataan yang sederhana" terlihat jelas tapi menyakitkan.
- akbar nugroho, kebaikan dan keburukan sebuah pertanyaan -
Jum'at, 23 september 2016. 22.52 WIB
Kejadian ini membuat diriku menyadari arti sebuah kekuatan kehidupan. Teringat sebuah pertanyaan tentang kejadiaan malam ini tepat di sebuah halaman beranda rumahmu ku mulai sebuah pertanyaan-pertanyaan bersama obrolan yang konyol. Pertanyaan ini membuat aku dan dia menjadi resah. Merasakan bahwa hal ini akan terjadi seperti biasanya dengan mengatakan kalimat-kaminat kaku membuat tubuh ini sulit bergerak dan tersenyum penuh dengan keraguan. Pulang atau bertahan untuk sejenak disini itu hanya pilihan yang terakhir, dan ku utuskan aku pulang dengan mengambil kunci kendaraan bersama kotak asapku berdiri aku mengatakan "aku ingin pulang" dirimu masuk meninggalkanku terasa kaku semakin tubuh ini. dirinya keluar dan aku bergegas untuk pulang, kunyalakan kendaraanku dengan perlahan dan ku tatap dirimu dan ku ulangi perkataan ku "aku ingin pulang". Wajahnya cemberut dengan rasa takut walau aku mengerti tentang perasaannya tetapi yang hanya dia tau aku tak tau perasaannya.
Sebenarnya tak ada maksud apapun hanya saja pertanyaan biasa. Apa yang pernah kita lakukan bersama "Jika pertanyaan itu adalah sesuatu yang menyakitkan atau kesenangan dan jawaban itu adalah sebuah ungkapan yang misteri, maka bersifatlah biasa untuk kenyataan yang sederhana" terlihat jelas tapi menyakitkan.
- akbar nugroho, kebaikan dan keburukan sebuah pertanyaan -
Jum'at, 23 september 2016. 22.52 WIB
Wednesday, September 21, 2016
Hei teman
Kulihat langit membiru, matahari terbenam perlahan, yang bisa ku ungkapkan adalah aku sederhana untuk kehidupanku ku ciptakan arah untuk jalanku bersama caraku. Malam tiba bukan sebagai pengakhir hari ini yang ku ingat hanyala besok akan ada hari esok. Begitu juga dengan hari-hariku yang seperti biasa saja.
Ini bukan cerita tentang pahlawan atau pun tentang apa yang kau pikirkan, tapi ini hanyala sebuah tulisan sebuah ungkapan dari inti hati yang terdalam. Terkadang ku ingin melakukan hal apa yang ku pikirkan tetapi itu kadang menjadi sebuah hayalan yang sirna, ahkirnya hanya bisa terlupakan hanya bisa di tinggalkan.
Hari ini adalah sebuah perjalanan yang biasa sama seperti besok, hanya saja moment yang pas buat kita tertawa bersama melupakan masalah masalah yang ada. Bahagia bukan karna sesuatu darimu, tapi karna kehadiranmu yang dirindukan menjadi sebuah kenang-kenangan yang terlekat di hati. Perkumpulan ini pun bukan suatu kejahatan yang seperti apa yang kau pikirkan, tapi perkumpulan ini adalah suatu keceriaan yang dirasakan seperti biasanya. Hanya lewat kalimat-kalimat omong kosong semuanya lupa akan berada di dunia, seperti di langit yang berbicara tentang alam merindukan sebuah pijakan dataran .
"Karma bukan hanya untuk kejahatan tapi sebaliknya karma itu berada juga di atas ke baikan"
- akbar nugroho, tentang sekelompokan -
Kamis, 22 september 2016. 02.45 WIB
Ini bukan cerita tentang pahlawan atau pun tentang apa yang kau pikirkan, tapi ini hanyala sebuah tulisan sebuah ungkapan dari inti hati yang terdalam. Terkadang ku ingin melakukan hal apa yang ku pikirkan tetapi itu kadang menjadi sebuah hayalan yang sirna, ahkirnya hanya bisa terlupakan hanya bisa di tinggalkan.
Hari ini adalah sebuah perjalanan yang biasa sama seperti besok, hanya saja moment yang pas buat kita tertawa bersama melupakan masalah masalah yang ada. Bahagia bukan karna sesuatu darimu, tapi karna kehadiranmu yang dirindukan menjadi sebuah kenang-kenangan yang terlekat di hati. Perkumpulan ini pun bukan suatu kejahatan yang seperti apa yang kau pikirkan, tapi perkumpulan ini adalah suatu keceriaan yang dirasakan seperti biasanya. Hanya lewat kalimat-kalimat omong kosong semuanya lupa akan berada di dunia, seperti di langit yang berbicara tentang alam merindukan sebuah pijakan dataran .
"Karma bukan hanya untuk kejahatan tapi sebaliknya karma itu berada juga di atas ke baikan"
- akbar nugroho, tentang sekelompokan -
Kamis, 22 september 2016. 02.45 WIB
Sunday, September 18, 2016
Inti jiwa yang tak terima
Pulang dengan hati resah, gugup untuk tidur takut terbawa mimpi yamg dalam menafsirkan mimpi itu buruk sekali. Sehingga membuat mata tak terpejam kaku terbaring di atas tempat tidurku. Tiba duduk dengan menghisap asap mulai bercerita tentang kehidupan dengan diri sendiri.
Terasa mendung dan hujan turun di tengah malam, hati yang tadinya ingin kembali tenang tiba-tiba kembali resah seperti tertusuk jarum berkali-kali ku sebut itu sebagai trapi energi dari hidupku. Seperti biasa dengan music sendu sebagai media penenang ritualisasiku hanya bisa ku resapi sampai tenang.
Aku berfikir jika aku takut hujan maka aku fikir aku harus menjadi hujan agar dia bisa berteman denganku. Aku takut menjadi hitam dan putih karna itu seperti perbedaan jauh. Padahal suatu yang berbeda itu jika di satu kan maka terjadilah sebuah keindahan.
Sedikit yang bisa ku sadarkan karna tubuhku sudah penuh dengan rindingan yang tak berujung. Yang kurasakan cuma hanya aku sebenarnya sama sepertimu aku manusia dan kau manusia apa salahnya jika kita berbagi dan belajar bersama tentang apa pun itu tanpa ada kata untuk mengajari sesuatu hal yang di antaranya tak di sukai.
Walau inti jiwa ini tak terima tetapi dengan sadar hati ini harus belajar untuk melepaskan dan mengihklaskan apapun itu bentuknya. renungan yang terdalam adalah sadar apa yang ada dari dalam diri.
-akbar nugroho, berbicara dengan diri sendiri-
Senin, 19 september 2016. 11.28 WIB
Saturday, September 17, 2016
Aman Itu . . . ?
Mataku terbuka dengan jendela yang lupa ku tutup menyinari mataku sehingga aku tak sanggup untuk melihatnya, kutenangkan sebentar hingga tubuhku mampu untuk beranjak dari tempat tidurku. Ternyata sinar itu menepatkan sekitar pukul 13.20 WIB tak perlu gelisah bahwa hari ini adalah hari libur. Entah baru lusa tak bertemu denganmu jiwa ini memangil untuk berhadapan-hadapan denganmu membicarakan hal yang seperti biasanya.
Ku ibarankan ini seperti kisah zaman dahulu dengan kereta berkuda satu dan beroda dua ku jalankan ke arah dimana tempatmu sedang berada, kekonyolan itu lagi-lagi terjadi terulang membuat tawa ini menjadi lepas yang tak bisa tertahankan, segera engkau ku naikan dan segera pula kita menuju tempat yang tak ada ujung. Ahkirnya kududukan kau di suatu kedai teh, walaupun tahu kau suka teh bukan semata-mata aku mengajakmu pergi kesan hanya untukmu senang.
Tiba saat obrolan ini semakin hangat semakin juga aku terjerumus dalam halaman pemikiran yang nyaman. Ku tempatkan engkau duduk di depanku sebelum secangkir teh itu datang. Nampaknya aku terjebak di suatu kotak yang kunyamankan rasa tak ingin pergi, rasa tak ingin menjauh. Kunyalankan satu lagu untuknya sambil memegang tangku ingin ku mengatakan sesuatu tapi bukan tentang percintaan melainkan tentang renunganku apa yang senang kupikirkan ku kepal tangannya dan ku minta engkau untuk memejamkan mata. Ungkapanku berkata dalam hati "enkau wanita ceriaku yang cukup menarik pegang tangan hentikan tawamu sejenak sudah saatnya merenung dan bersyukur, betapa indahnya menjalani denganmu dan nikmatnya hidup bersamamu tapi kita mulai harus mengerti, tapi kita harus mulai batasi karna indah itu tak selalu ada " seperti lagu nosstrees yang sedikit mengilhami keadaan saat ini.
Ku artikan aku terjebak pada suatu keadaan yang menurutku tak layak kulakukan ingat saja kalo engkau wanita ceria ku itu adalah seorang teman yang bisa membawaku terbang ke tempat dimana aku bermimpi-mimpi sebagai manusia sadar. Tapi yang ku sadiri adalah terjebak.
Dan ternyata nyaman itu adalah suatu hal yang aman yang membuat orang terjebak dalam suatu keadaan yang berkotak-kotak apapun yang masuk sulit untuk keluar dari keadaan ini. "kenali tempatmu dan baru kau takklukan keadaanya" hingga kau tak sempat terjebak dalam suatu lingkungan yang merubah pola pikirmu mampirlah ke berndanya saja jangan kau kotori sebagian ruangnya.
-Akbar nugroho, terjebak dalam suatu keadaan -
Sabtu, 17 september 2016 19.27 WIB
Ku ibarankan ini seperti kisah zaman dahulu dengan kereta berkuda satu dan beroda dua ku jalankan ke arah dimana tempatmu sedang berada, kekonyolan itu lagi-lagi terjadi terulang membuat tawa ini menjadi lepas yang tak bisa tertahankan, segera engkau ku naikan dan segera pula kita menuju tempat yang tak ada ujung. Ahkirnya kududukan kau di suatu kedai teh, walaupun tahu kau suka teh bukan semata-mata aku mengajakmu pergi kesan hanya untukmu senang.
Tiba saat obrolan ini semakin hangat semakin juga aku terjerumus dalam halaman pemikiran yang nyaman. Ku tempatkan engkau duduk di depanku sebelum secangkir teh itu datang. Nampaknya aku terjebak di suatu kotak yang kunyamankan rasa tak ingin pergi, rasa tak ingin menjauh. Kunyalankan satu lagu untuknya sambil memegang tangku ingin ku mengatakan sesuatu tapi bukan tentang percintaan melainkan tentang renunganku apa yang senang kupikirkan ku kepal tangannya dan ku minta engkau untuk memejamkan mata. Ungkapanku berkata dalam hati "enkau wanita ceriaku yang cukup menarik pegang tangan hentikan tawamu sejenak sudah saatnya merenung dan bersyukur, betapa indahnya menjalani denganmu dan nikmatnya hidup bersamamu tapi kita mulai harus mengerti, tapi kita harus mulai batasi karna indah itu tak selalu ada " seperti lagu nosstrees yang sedikit mengilhami keadaan saat ini.
Ku artikan aku terjebak pada suatu keadaan yang menurutku tak layak kulakukan ingat saja kalo engkau wanita ceria ku itu adalah seorang teman yang bisa membawaku terbang ke tempat dimana aku bermimpi-mimpi sebagai manusia sadar. Tapi yang ku sadiri adalah terjebak.
Dan ternyata nyaman itu adalah suatu hal yang aman yang membuat orang terjebak dalam suatu keadaan yang berkotak-kotak apapun yang masuk sulit untuk keluar dari keadaan ini. "kenali tempatmu dan baru kau takklukan keadaanya" hingga kau tak sempat terjebak dalam suatu lingkungan yang merubah pola pikirmu mampirlah ke berndanya saja jangan kau kotori sebagian ruangnya.
-Akbar nugroho, terjebak dalam suatu keadaan -
Sabtu, 17 september 2016 19.27 WIB
Friday, September 16, 2016
Waktu dan Pertannyaan Malam
Detik berlalu terlihat pukul 03.30 WIB. Menunggu
atau bertindak itu sama saja saat keadaan yang tak seperti biasanya. malam bagiku
adalah gelap, aku sering bermain sendiri dan berteman dengan malam, hening
sunyi, hening sepi, hening malam kadang membuat kita lupa diri untuk kembali
pulang. Tetapi malam ini aku memilih untuk pulang lebih cepat karna ku rindukan
waktu malam mudaku untuk berbaring ke tempat tidurku. Nampaknya aku harus menyelam
lebih dalam untuk menyelamatkan apa yang tersimpan dalam jiwaku. aku menari-nari
bersama tangganku kutuliskan, kugambarkan, kupetikkan dan kuisyaratkan pesan
lewat jemariku. Kadang terlalu hening membuat kita lupa akan ada suara lain yang
menghentak sehingga suara itu asing untuk didengar membuat hati menjadi resah
dan berdebar takut yang menusuk sehingga mencari teman yang serupa tanpa sadar bahwa
diri ini sendiri di ruangan ini. Malam itu tak sepi, malam itu tak sunyi dan
ternyata malam itu tak seperti yang ku pikirkan? Aku mulai bertanya tentang pagi,
siang atau pun sore ? Lantas apa yang kau pikirkan tentang malam itu sama saja.
ia adalah waktu, sama seperti waktu-waktu yang lainnya.
Ku nyalakan music sedikit sendu agar pikiran terasa aman senang damai dalam masalah yang terpikirkan. Seruput teh panas dan asap yang kuhembuskan makin terasa nyaman perlahan sampai ke titik dimana aku lupa bahwa ini malam, berarti sama saja lupa untuk tidur atau ini memang bener-bener kusengaja, kulupakan malamku untuk tidur. Bagaimana aku bisa mengartikan malam? Jika, aku tak pernah menikmati malamku sendiri. Selama ini aku bukan menikmati atau pun merasakan tetapi merusaknya dengan apapun caraku sebagai manusia. Apa memang benar malam itu hanya diciptakan untuk dilupakan oleh sebagian orang. Tetapi jika aku tak ingin melupakannya! pagi, siang dan soreku tak akan indah lagi karna waktu mempersempit mataku untuk bergerak melakukan sebuah rutinitasku. Dan jika aku melupakan malamku aku akan bermimpi mengapai cita dengan harapan penuh dengan semangat karna lelah telah di bayarkan.
Malam yang hening, sunyi, dan sepi itu
adalah teman apa pun bentuk sebagai kenikmatan. Musuh terberat pun adalah malam,
ia dapat menghentikan waktu pagiku, siangku,
dan soreku. Nampak sedikit kejam tetapi iya selalu berselimut sebagai teman
akrabku saat aku kesepian. Semakin ku akrabkan diriku semakin ku bersahabat
denganya dan semakin pula dia menjadi musuh untuk waktuku. Kehidupanku adalah
sebagai penjelajah waktu, diriku adalah sebagai pengisi waktuku, apapun itu semuanya
akan menjadi sebuah kenangan dalam perjalananku "Ada yang lebih indah saat
malam dan ada yang lebih berarti saat tidur" Perjuangan hidup tak semudah
itu.
-akbar nugroho, cacatan kecil tentang waktu dan malam
tiba pergi seketika -
Sabtu, 17 september 2016, 03.30 WIB
Subscribe to:
Posts (Atom)











