Mataku terbuka dengan jendela yang lupa ku tutup menyinari mataku sehingga aku tak sanggup untuk melihatnya, kutenangkan sebentar hingga tubuhku mampu untuk beranjak dari tempat tidurku. Ternyata sinar itu menepatkan sekitar pukul 13.20 WIB tak perlu gelisah bahwa hari ini adalah hari libur. Entah baru lusa tak bertemu denganmu jiwa ini memangil untuk berhadapan-hadapan denganmu membicarakan hal yang seperti biasanya.
Ku ibarankan ini seperti kisah zaman dahulu dengan kereta berkuda satu dan beroda dua ku jalankan ke arah dimana tempatmu sedang berada, kekonyolan itu lagi-lagi terjadi terulang membuat tawa ini menjadi lepas yang tak bisa tertahankan, segera engkau ku naikan dan segera pula kita menuju tempat yang tak ada ujung. Ahkirnya kududukan kau di suatu kedai teh, walaupun tahu kau suka teh bukan semata-mata aku mengajakmu pergi kesan hanya untukmu senang.
Tiba saat obrolan ini semakin hangat semakin juga aku terjerumus dalam halaman pemikiran yang nyaman. Ku tempatkan engkau duduk di depanku sebelum secangkir teh itu datang. Nampaknya aku terjebak di suatu kotak yang kunyamankan rasa tak ingin pergi, rasa tak ingin menjauh. Kunyalankan satu lagu untuknya sambil memegang tangku ingin ku mengatakan sesuatu tapi bukan tentang percintaan melainkan tentang renunganku apa yang senang kupikirkan ku kepal tangannya dan ku minta engkau untuk memejamkan mata. Ungkapanku berkata dalam hati "enkau wanita ceriaku yang cukup menarik pegang tangan hentikan tawamu sejenak sudah saatnya merenung dan bersyukur, betapa indahnya menjalani denganmu dan nikmatnya hidup bersamamu tapi kita mulai harus mengerti, tapi kita harus mulai batasi karna indah itu tak selalu ada " seperti lagu nosstrees yang sedikit mengilhami keadaan saat ini.
Ku artikan aku terjebak pada suatu keadaan yang menurutku tak layak kulakukan ingat saja kalo engkau wanita ceria ku itu adalah seorang teman yang bisa membawaku terbang ke tempat dimana aku bermimpi-mimpi sebagai manusia sadar. Tapi yang ku sadiri adalah terjebak.
Dan ternyata nyaman itu adalah suatu hal yang aman yang membuat orang terjebak dalam suatu keadaan yang berkotak-kotak apapun yang masuk sulit untuk keluar dari keadaan ini. "kenali tempatmu dan baru kau takklukan keadaanya" hingga kau tak sempat terjebak dalam suatu lingkungan yang merubah pola pikirmu mampirlah ke berndanya saja jangan kau kotori sebagian ruangnya.
-Akbar nugroho, terjebak dalam suatu keadaan -
Sabtu, 17 september 2016 19.27 WIB


No comments:
Post a Comment